Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2025

Stoicism dan Islam: Refleksi Kritis atas Ketenangan, Kendali, dan Penyerahan Diri

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep stoicism kembali populer, terutama sebagai pendekatan psikologis dalam menghadapi tekanan hidup yang kompleks dan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh individu. Stoicism menekankan pentingnya pembedaan antara hal-hal yang berada dalam kendali manusia dan hal-hal yang berada di luar kendali tersebut. Sikap mental yang dianjurkan adalah penerimaan rasional (acceptance) terhadap realitas, disertai pengendalian emosi agar individu tidak terseret oleh peristiwa eksternal. Dalam konteks pengalaman personal menghadapi fase hidup yang berat, pendekatan ini tampak menawarkan kelegaan psikologis. Sikap melepaskan keterikatan emosional terhadap hal-hal yang tidak dapat dikendalikan berpotensi mengurangi distres, kecemasan, dan konflik batin. Pada titik ini, stoicism dapat dipahami sebagai strategi coping yang bersifat kognitif dan afektif. Namun, ketika ditinjau dari perspektif Islam, muncul pertanyaan penting: sejauh mana stoicism dapat dipandang sel...

Belajar Tenang: Stoicism, Islam, dan Dialog Sunyi dengan Allah

Beberapa tahun terakhir, hidup terasa berat. Bukan jenis lelah yang bisa diselesaikan dengan tidur, liburan, atau sekadar self-care . Ini lelah yang menetap di dada, datang diam-diam, dan kadang membuat hati bertanya: sampai kapan aku sanggup? Di fase itu, aku banyak “berobat jalan” kepada Allah. Bukan dengan teori, bukan dengan ceramah panjang, tapi dengan dialog. Kadang berupa doa, kadang hanya diam, kadang berupa tangis yang bahkan tak sempat dirangkai jadi kata. Anehnya, dari situ hidup terasa lebih ringan. Masalahnya belum tentu selesai, tapi dadaku tidak sesempit sebelumnya. Di tengah perjalanan itu, aku membaca tentang stoicism —sebuah konsep filsafat yang mengajarkan untuk membedakan mana yang berada dalam kendali kita dan mana yang tidak. Terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, stoicism menyarankan satu sikap: lepaskan. Jangan melawan kenyataan, jangan menyiksa diri dengan hal yang berada di luar kuasa kita. Aku terdiam. Ada bagian dari konsep itu yang terasa akrab....

Stoicism dan Islam dalam Perspektif Al-Qur’an: Refleksi atas Kendali, Sabar, dan Tawakkal

Dalam wacana kontemporer, stoicism sering diposisikan sebagai pendekatan filosofis dan psikologis yang membantu individu menghadapi realitas hidup yang penuh ketidakpastian. Prinsip utama stoicism adalah pembedaan antara hal-hal yang berada dalam kendali manusia dan hal-hal yang berada di luar kendali tersebut. Ketenteraman batin, menurut pandangan ini, dicapai melalui penerimaan rasional terhadap realitas dan pengendalian respons emosional terhadap peristiwa eksternal. Ketika prinsip ini dibaca dalam konteks Islam, muncul pertanyaan reflektif: apakah konsep stoicism memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an, atau justru berpotensi mereduksi dimensi spiritual yang menjadi inti ajaran Islam? Keterbatasan Kendali Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an Al-Qur’an secara eksplisit menegaskan keterbatasan kuasa manusia atas hasil dari usahanya. Firman Allah: Bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar . (QS. Al-Anfāl: 17) Ayat ini, me...

Bekam dalam Perspektif Islam dan Medis: Sunnah, Manfaat, dan Kehati-hatian bagi Penyintas Kanker

Bekam atau hijamah dikenal sebagai salah satu metode pengobatan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ. Di tengah tren pengobatan alternatif, bekam semakin populer dan sering dianggap sebagai solusi berbagai penyakit. Namun muncul pertanyaan penting: Apakah bekam benar-benar aman untuk semua orang? Dan khususnya, apakah aman bagi penyintas kanker? Artikel ini mencoba menjawabnya dengan pendekatan seimbang: berdasarkan dalil Islam dan bukti ilmiah modern. --- Bekam sebagai Sunnah Pengobatan Dalam hadis sahih disebutkan: > "Sebaik-baik pengobatan yang kalian gunakan adalah bekam." (HR. Bukhari dan Muslim) Rasulullah ﷺ juga disebut pernah berbekam di beberapa titik tubuh seperti kepala dan punggung. Ini menunjukkan bahwa bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang diperbolehkan dan dianjurkan dalam Islam. Namun, para ulama menekankan bahwa sunnah dalam pengobatan bukanlah kewajiban mutlak, melainkan bentuk ikhtiar yang mengikuti kondisi orang yang menerapkannya. Ibn Qayyim al-Ja...