Ada orang yang memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan. Tapi kenapa kesal ketika orang lain tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan, sebagaimana ia telah memperlakukan orang lain.
Dalam psikologi sosial, fenomena ini dikenal sebagai "Kesadaran Diri yang Tidak Seimbang" atau "Kesadaran Diri yang Selektif". Berikut beberapa alasan mengapa seseorang mungkin merasa kesal ketika orang lain tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan:
Alasan Psikologi Sosial
1. Kesadaran Diri yang Tidak Seimbang: Seseorang mungkin memiliki kesadaran diri yang tidak seimbang, yaitu mereka memiliki harapan yang tinggi tentang bagaimana orang lain harus memperlakukannya, tetapi tidak memiliki kesadaran yang sama tentang bagaimana mereka memperlakukan orang lain.
2. Kesadaran Diri yang Selektif: Seseorang mungkin memiliki kesadaran diri yang selektif, yaitu mereka hanya memperhatikan perilaku orang lain yang tidak sesuai dengan harapan mereka, tetapi tidak memperhatikan perilaku mereka sendiri yang mungkin tidak sesuai dengan harapan orang lain.
3. Pengharapan yang Tidak Realistis: Seseorang mungkin memiliki pengharapan yang tidak realistis tentang bagaimana orang lain harus memperlakukannya, sehingga mereka merasa kesal ketika orang lain tidak memenuhi pengharapan tersebut.
4. Kurangnya Empati: Seseorang mungkin kurang memiliki empati terhadap orang lain, sehingga mereka tidak dapat memahami bahwa orang lain mungkin memiliki alasan yang sah untuk tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan.
5. Pengalaman Pribadi yang Negatif: Seseorang mungkin memiliki pengalaman pribadi yang negatif dengan orang lain, sehingga mereka merasa kesal ketika orang lain tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan.
Teori Psikologi Sosial
1. Teori Keadilan Sosial: Teori ini menyatakan bahwa orang cenderung merasa kesal ketika mereka merasa bahwa orang lain tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan, karena mereka merasa bahwa itu tidak adil.
2. Teori Pengembangan Diri: Teori ini menyatakan bahwa orang cenderung merasa kesal ketika mereka merasa bahwa orang lain tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan, karena mereka merasa bahwa itu tidak sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mereka pegang.
Dalam keseluruhan, ada banyak faktor yang mempengaruhi cara seseorang merasa kesal ketika orang lain tidak memperlakukannya sebagaimana yang diharapkan. Namun, dengan memahami teori-teori psikologi sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sosial, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan memperlakukan orang lain dengan cara yang lebih baik dan ramah.
Berikut adalah tinjauan pustaka yang relevan dengan topik "Kesadaran Diri yang Tidak Seimbang" atau "Kesadaran Diri yang Selektif" dalam psikologi sosial:
Tinjauan Pustaka
1. Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman.
- Buku ini membahas tentang konsep kesadaran diri dan bagaimana itu dapat mempengaruhi perilaku sosial.
2. Festinger, L. (1957). A theory of cognitive dissonance. Stanford University Press.
- Buku ini membahas tentang teori disonansi kognitif dan bagaimana itu dapat mempengaruhi perilaku sosial.
3. Gilliland, S. E., & Dunn, J. (2003). Social influence and social change: A psycho-social perspective. Journal of Social Issues, 59(3), 647-665.
- Artikel ini membahas tentang bagaimana pengaruh sosial dapat mempengaruhi perilaku sosial dan bagaimana orang dapat mempengaruhi orang lain untuk berperilaku lebih baik.
4. Haidt, J. (2006). The happiness hypothesis: Finding modern truth in ancient wisdom. New York: Basic Books.
- Buku ini membahas tentang bagaimana kebahagiaan dapat dipengaruhi oleh perilaku sosial dan bagaimana orang dapat mempengaruhi orang lain untuk berperilaku lebih baik.
5. Kohlberg, L. (1981). The meaning and measurement of moral development. Clark University Press.
- Buku ini membahas tentang teori perkembangan moral dan bagaimana orang dapat mempengaruhi orang lain untuk berperilaku lebih baik.
Referensi Lainnya
- Batson, C. D. (1991). The altruism question: Toward a social psychological answer. Hillsdale, NJ: Erlbaum.
- Eisenberg, N., & Strayer, J. (1987). Empathy and its development. Cambridge University Press.
- Turiel, E. (2002). The development of moral reasoning. Nebraska Symposium on Motivation, 49, 1-45.
Dengan memahami teori-teori psikologi sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sosial, kita dapat meningkatkan kesadaran diri dan memperlakukan orang lain dengan cara yang lebih baik dan ramah.
Comments